TERUNGKAP.ID – Antisipasi ancaman premanisme dan geng motor yang sering dilakukan oleh remaja, Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh melakukan sosialisasi dan pembinaan langsung kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar yang dinilai rentan terpengaruh oleh lingkungan pergaulan negatif.
Dalam kegiatan sambang, Bhabinkamtibmas mengingatkan warga tentang bahaya keterlibatan dalam kelompok yang mengarah pada aksi kriminal. Mulai dari balap liar, tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Baca Juga: Siswa Kembali Sekolah, Polresta Banda Aceh Turun Amankan Arus Lalu Lintas
Kepolisian juga meminta peran aktif orang tua dan masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan sekitar. Pengawasan sejak dini dinilai penting agar remaja tidak terjerumus dalam kelompok yang membawa pengaruh buruk.
Para orang tua diimbau memperkuat komunikasi dengan anak, memperhatikan lingkungan pergaulan, serta mengawasi aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.
Sementara para remaja diminta menjauhi aktivitas yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain. Polisi mendorong generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan sosial, dan aktivitas keagamaan.
Tak hanya melakukan sosialisasi, Bhabinkamtibmas juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat segera dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Warga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan seperti kelompok yang mengarah pada pembentukan geng motor, aksi balap liar, atau tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana menegaskan bahwa kepolisian terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif untuk mencegah berkembangnya kenakalan remaja, termasuk potensi munculnya geng motor.
“Polri mengedepankan langkah preventif dan edukatif dalam mencegah kenakalan remaja, termasuk potensi berkembangnya geng motor,” ujar KBP Andi Kirana, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: CFD Semarang Meledak, 14 Ribu Warga Ramaikan GEMAR Kemenpora
Ia menyebut, menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar ruang gerak kelompok yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat ditekan.
“Sinergi antara kepolisian, pemerintah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” ucapnya.***
Artikel Terkait
Polsek Sungai Mas Sambangi Pemuda di Warung Kopi, Ajak Jaga Kamtibmas