aceh

KEK Arun Jadi Pusat Hilirisasi Migas, Investor Mulai Berdatangan

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:21 WIB
Sekda Aceh memimpin rapat koordinasi terkait gas andaman. Senin, 13 Juli 2026. (Ist)

Investor Nasional dan Asing Bidik Hilirisasi Migas di KEK Arun

Selain Indoasia Oiltank Terminal, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebelumnya telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik metanol di KEK Arun Lhokseumawe. Rencana itu disampaikan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada April 2026.

Peluang investasi juga datang dari perusahaan energi asal Dubai, Uni Emirat Arab, yang telah menyampaikan surat kepada Gubernur Aceh pada 26 April 2026 mengenai rencana pembangunan pabrik metanol berbasis gas alam di Aceh.

Selanjutnya, perusahaan yang berbasis di Jiangsu, China, bersama mitra nasional di Jakarta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan proyek likuefaksi LNG Aceh di kawasan KEK Arun melalui surat kepada Pemerintah Aceh tertanggal 8 Juli 2026.

Besarnya ketertarikan investor tidak terlepas dari potensi cadangan migas di kawasan Andaman yang meliputi enam blok utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy.

"Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh," kata Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan KEK Arun menjadi pusat hilirisasi migas yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025–2029 sekaligus selaras dengan RPJMA Aceh 2025–2029.

Baca Juga: Rumah dan Bengkel Las di Bener Meriah Terbakar, Ledakan LPG Gegerkan Warga

Nurlis menjelaskan Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN, sementara sisanya masih berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri hilir.

"Potensinya masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh," ujarnya.

Selain menghasilkan gas alam yang dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen, Lapangan South Andaman juga diperkirakan memproduksi sekitar 7.500 barel kondensat per hari yang dapat diolah menjadi nafta, kerosin, gasoline, hingga bahan baku industri petrokimia.***

Halaman:

Tags

Terkini