Selasa, 14 Juli 2026

KEK Arun Jadi Pusat Hilirisasi Migas, Investor Mulai Berdatangan

Photo Author
Syaiful Anshori, Terungkap.id
- Selasa, 14 Juli 2026 | 14:21 WIB
Sekda Aceh memimpin rapat koordinasi terkait gas andaman. Senin, 13 Juli 2026. (Ist)
Sekda Aceh memimpin rapat koordinasi terkait gas andaman. Senin, 13 Juli 2026. (Ist)

TERUNGKAP.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe semakin menarik perhatian investor yang ingin mengembangkan industri hilirisasi minyak dan gas (migas) di Aceh. Sejumlah perusahaan nasional, asing, hingga badan usaha milik negara (BUMN) mulai menjajaki peluang investasi dengan memanfaatkan potensi gas dari Blok Andaman.

Pemerintah Aceh menyambut positif meningkatnya minat investasi tersebut. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan hilirisasi migas menjadi salah satu agenda strategis pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Muhammad Nasir Resmi Jadi Ketua KORPRI Aceh, Ini Pesannya untuk ASN

"Semoga membawa kebaikan dan kemakmuran bagi Aceh," kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Senin (13/7/2026).

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang ingin menanamkan modal di KEK Arun.

"Hilirisasi migas dari Blok Andaman memang menjadi agenda utama Gubernur Mualem," kata Nurlis di Banda Aceh.

Ia mengatakan, Gubernur Aceh juga meminta seluruh instansi terkait segera mempersiapkan berbagai kebutuhan agar proses hilirisasi dapat berjalan optimal ketika proyek gas memasuki tahap produksi.

"Terutama persiapan pada Pemerintah Aceh," kata Nurlis.

Salah satu perusahaan yang telah melakukan penjajakan adalah PT Indoasia Oiltank Terminal. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan petrokimia tersebut bertemu dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh pada Senin (13/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Indoasia Oiltank Terminal hadir bersama mitra dari Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang melibatkan tiga profesor teknik kimia. Salah satu pemegang saham perusahaan tersebut adalah Mohamad Bawazeer, pimpinan Indrillco Group sekaligus Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Rombongan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun yang menyampaikan apresiasi atas ketertarikan investor untuk mengembangkan industri hilir migas di Aceh.

"Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh," kata Nasir.

Ia juga mengapresiasi langkah perusahaan yang menggandeng kalangan akademisi lokal dalam rencana investasi tersebut.

"Pertanda niat baik dari perusahaan yang membawa dampak positif bagi perguruan tinggi di Aceh," katanya.

Halaman:

Editor: Syaiful Anshori

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X