Selasa, 14 Juli 2026

Dosen UIN Lampung Bawa Riset Kesiapan AI Guru ke Forum Eropa

Photo Author
Syaiful Anshori, Terungkap.id
- Senin, 13 Juli 2026 | 09:58 WIB
Dosen UIN Raden Intan Lampung mempresentasikan instrumen untuk mengukur kesiapan Artificial Intelligence (AI) calon guru dalam JURE Conference 2026 di University of Tartu, Estonia. (Dok. Kemenag RI)
Dosen UIN Raden Intan Lampung mempresentasikan instrumen untuk mengukur kesiapan Artificial Intelligence (AI) calon guru dalam JURE Conference 2026 di University of Tartu, Estonia. (Dok. Kemenag RI)

TERUNGKAP.ID — Transformasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan menjadi perhatian akademisi Indonesia. Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Suherman, membawa hasil riset tentang kesiapan calon guru menghadapi era AI dalam ajang internasional Junior Researchers of EARLI (JURE) Conference 2026 di University of Tartu, Estonia.

Dalam konferensi tersebut, Suherman mempresentasikan penelitian berjudul “AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation” pada sesi parallel paper. Penelitian ini menghasilkan instrumen pengukuran yang dirancang untuk mengetahui kesiapan calon guru dalam memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Cegah Perundungan, Pesantren Al-Hamidiyah Terapkan Hotline Aduan dan Student Care Corner

Instrumen tersebut diharapkan dapat membantu lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) memperoleh gambaran mengenai kemampuan mahasiswa calon guru dalam menggunakan AI secara tepat, efektif, dan tetap memperhatikan aspek etika.

Penelitian ini mengukur tiga aspek utama kesiapan AI calon guru, yakni pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam kegiatan pendidikan.

Dalam pengembangannya, riset melibatkan 297 mahasiswa calon guru dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metode Rasch Modeling untuk memastikan kualitas instrumen, termasuk validitas, reliabilitas, kesesuaian setiap butir pertanyaan, serta potensi bias dalam pengukuran.

"Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kesesuaian butir dan unidimensionalitas. Instrumen tersebut juga menunjukkan kualitas psikometrik yang mendukung penggunaannya untuk mengukur kesiapan AI pada kelompok responden yang diteliti," terang Suherman di Tartu, Minggu (12/7/2026).

Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat kesiapan AI mahasiswa calon guru yang menjadi responden berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Sementara itu, perbedaan kesiapan berdasarkan gender menunjukkan selisih yang relatif kecil.

Suherman menyebut instrumen tersebut dapat menjadi salah satu alat evaluasi bagi LPTK dalam menyusun kebijakan penguatan kompetensi calon pendidik di tengah perkembangan teknologi AI.

Pemetaan kesiapan melalui instrumen tersebut dapat membantu perguruan tinggi menentukan kebutuhan pengembangan mahasiswa, baik dalam aspek pemahaman teknologi, keterampilan penggunaan AI, maupun kesadaran terhadap tanggung jawab penggunaannya.

"Pemanfaatannya juga dapat membantu lembaga pendidikan menyusun program pengembangan kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan calon guru. Hal ini mencakup kemampuan menggunakan teknologi AI dalam pembelajaran sekaligus memahami aspek tanggung jawab dan etika yang menyertai penggunaannya," paparnya.

Riset ini menjadi bagian dari penelitian yang memperoleh dukungan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama atau Ministry of Religious Affairs the Awakening Indonesian Research Funds (MoRA The AIR Funds).

Penelitian yang dipimpin Nanang Supriadi tersebut berfokus pada pengembangan pendidikan di era kecerdasan artifisial. Melalui dukungan pendanaan tersebut, tim peneliti mengembangkan perangkat pengukuran yang dapat memberikan gambaran kesiapan calon guru dalam menghadapi perubahan teknologi pendidikan.

Baca Juga: MAN 2 Makassar Cetak Prestasi Internasional, Raih Gold Medal IICYMS 2026

Halaman:

Editor: Syaiful Anshori

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X