Senin, 13 Juli 2026

Dua atlet Indonesia Sapu Dua Medali Emas Panjat Tebing Dunia di Chamonix

Photo Author
Syaiful Anshori, Terungkap.id
- Minggu, 12 Juli 2026 | 16:49 WIB
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7/2026). (Jan Virt/ World Climbing)
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7/2026). (Jan Virt/ World Climbing)

 

TERUNGKAP.ID - Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan tajinya di panggung internasional. Dua atlet terbaik Merah Putih, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo, sukses mempersembahkan medali emas pada nomor speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7/2026).

Tak hanya membawa pulang dua medali emas, Indonesia juga menambah satu medali perak melalui Antasyafi Robby Al Hilmi di nomor speed perorangan putra. Hasil ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam cabang olahraga panjat tebing nomor speed.

Baca Juga: PSSI Rilis Laws of the Game IFAB 2026/27 Bahasa Indonesia

Desak Made tampil konsisten sejak babak awal hingga final. Atlet putri Indonesia itu akhirnya memastikan gelar juara setelah mengalahkan wakil Italia, Giulia Randi, pada perebutan medali emas.

Dalam laga final, Desak Made mencatatkan waktu 6,22 detik, unggul dari Giulia Randi yang finis dengan waktu 6,51 detik. Medali perunggu diraih atlet tuan rumah Prancis, Capucine Viglione, setelah mengalahkan Isis Rothfork asal Amerika Serikat.

Gelar juara di Chamonix menjadi pencapaian istimewa bagi Desak Made. Sebab, kemenangan tersebut merupakan emas pertamanya di seri Chamonix setelah sebelumnya juga berhasil naik podium tertinggi pada seri Krakow, Polandia.

Usai pertandingan, Desak Made mengaku puas dengan penampilannya di babak final. Ia menyebut mampu tampil maksimal dan menikmati proses saat melakukan panjatan.

"Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik," ujar dia usai kemenangannya.

Sementara itu, nomor speed perorangan putra menghadirkan final sesama atlet Indonesia. Veddriq Leonardo harus berhadapan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi dalam perebutan medali emas.

Veddriq keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu 4,89 detik. Robby yang finis dengan waktu 5,11 detik harus puas membawa pulang medali perak.

Medali perunggu nomor putra diraih atlet Jepang Ryo Omasa usai menang tipis atas atlet Tiongkok Yicheng Zhao. Ryo mencatatkan waktu 4,701 detik, sementara Zhao finis dengan 4,704 detik.

Bagi Veddriq, kemenangan tersebut memiliki arti tersendiri. Medali emas di Chamonix menjadi emas pertamanya setelah sukses meraih medali emas Olimpiade.

"Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya," kata dia.

Halaman:

Editor: Syaiful Anshori

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X